Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

5 Kegiatan Umroh Di Luar Jadwal yang Bisa Dilakukan

Bagaimana kabar sahabat para perindu Tanah Suci? Semoga semuanya sehat wal afiat ya. Tidak hanya sehat saja tetapi juga afiat karena banyak orang sehat tapi tidak afiat pun demikian sebaliknya. Nah, mudah-mudahan kita dalam kondisi keduanya, sehat dan afiat aamiin. Sehingga bisa membaca artikel "5 Kegiatan Umroh diluar Jadwal yang Bisa Dilakukan"

Para sahabat yang mulia, saya kembali ingin menulis tentang sesuatu yang sederhana tetapi insya Allah penuh makna dan bermanfaat setelah sekian lama tidak menulis. Tulisan ini tentang Kegiatan umroh di Madinah dan Makkah

Keinginan ini termotivasi oleh keadaan yang saya lihat dan saksikan secara langsung terhadap pola kegiatan jama’ah umroh Indonesia. Saya sedikit bercerita bahwa setiap tahunnya, jamaah umroh dari Indonesia selalu bertambah sesuai data yang diperoleh dari kementerian agama disini

Namun mirisnya dari sekian ratus ribu umat Islam Indonesia (cek tentang fakta penduduk muslim terbesar didunia disini) yang menunaikan ibadah umroh, hanya beberapa orang yang betul-betul merasakan pemaknaan ibadah disana dan berdampak pada kehidupan di tanah air. Apa kira-kira yang salah?. Melihat fenomena diatas saya kemudian termotivasi untuk sedikit berbagi tips ketika umroh. 

Apa saja kegiatan yang dapat menjadikan jamaah lebih memaknai ibadahnya terlebih disela-sela waktu luangnya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa minat umat Islam di Indonesia  untuk menunaikan ibadah semakin bertambah itu artinya kualitas ibadah yang dijalankan harus ditingkatkan.


Peran para penyelenggara ibadah umrah (travel agen) harus semakin serius dalam menyuguhkan program kepada jamaahnya bila perlu ada standarisasi yang diciptakan oleh setiap penyelenggra dengan tujuan agar menghasilkan ibadah yang dapat meningkatkan keimaman dan ketakwaan juga kesolehan baik vertikal maupun horizontal. Untuk mengetahui daftar travel berizin resmi dari kemenag bisa lihat disini

Dalam artikel kali ini, saya akan memberikan beberapa tips pada saat kegiatan bebas saat berumrah karena banyak diantara jamaah yang ketika waktu bebas/luang mereka benar-benar “mager” alias malas gerak seperti tidur dan leyeh-leyeh di kamar hotel tentu sangat disayangkan karena untuk sampai kesana perlu mengeluarkan biaya, tenaga, dan pikiran yang tidak sedikit.

Ini juga mungkin diakibatkan oleh pengaruh pembimbing atau muthawif yang tidak mau repot. Berikut kurang lebih 5 kegiatan yang dapat dilakukan:

1. Berkunjung ke Tempat-tempat Bersejarah yang  Dekat

Kegiatan ini cukup menyenangkan dan sekaligus menambah wawasan bagi jama’ah. Banyak sekali tempat-tempat bersejarah yang terdapat di sekitar kota Makkah atau Masjidil Haram seperti Maulid Nabi (tempat lahirnya Baginda Nabi SAW).
Tepat dibelakang para jamaah adalah tempat lahir Baginda Nabi SAW
Ini lokasinya cukup dekat dengan Masjidil Haram persis di seberang jabal Gubais dekat istana raja. Meski saat ini lokasi tempat lahir Baginda Nabi sudah berubah menjadi perpustakaan kota Makkah, namun nilai sejarahnya tidak pernah luntur dan masih tetap banyak dikunjungi.

Kita jadi mengetahui tempat dimana seorang manusia agung lahir dan pastinya dapat meningkatkan kadar keimanan kita. Selain itu para sahabat bisa berkunjung ke Masjid Jin, Masjid Syajaroh, Museum dll.

2. Badal Umrah/Membadalkan Umrah

Ini yang sering saya lakukan saat ada waktu luang. Karena membadalkan umrah tentu selain pahalanya mengalir untuk yang dibadalkan tentu juga mengalir bagi yang membadalkan. Bandingkan dengan umrah yang niatnya untuk diri sendiri, pahalanya hanya untuk dirinya saja.

Badal umrah ini bisa dilaksanakan pada waktu yang pas. Biasanya waktu yang paling enak adalah subuh karena pada saat itu masjidil haram relatif sepi meski tidak terlalu sepi juga karena sesepi-sepinya Masjidil Haram itu pasti rame (hehe). Biasanya saya berangkat ke tempat miqat (tempat mengambil niat) sebelum waktu subuh karena udaranya masih segar dan sepi.

Sahabat bisa memilih tempat mengambil miqat yang paling dekat yaitu Masjid Siti Aisyah atau lebih dikenal dengan Masjid Tan’im. Mengambil miqat di tempat yang lebih jauh seperti di Masjid Ji’ronal atau Masjid Hudaybiyah tentu pahalanya semakin besar.

Jadi di Kota Makkah terdapat tiga tempat Miqat bagi mukimin (penduduk Makkah) seperti yang telah saya sebutkan diatas. Badal umrah juga bisa dibuktikan dengan sertifikat. Biasanya ketika saya membadalkan orang lain kemudian agar ada bukti badalnya maka saya membuatkan sertifikatnya, harganya murah untuk setiap sertifikat tidak sampai berjuta-juta (hehe).

Perlu diperhatikan bahwa membadalkan umrah itu ada ketentuannya, Misal satu kali membadalkan itu hanya untuk satu orang saja tidak bisa satu niat untuk beberapa orang. Kemudian bagi yang sudah pernah umrah atau haji maka niat membadalkannya adalah sunnah, sementara bagi orang yang akan dibadalkan dia belum pernah umrah atau haji maka niatnya wajib.

Pertanyaannya bagaimana untuk sampai ke tempat miqat? Sangat gampang karena bisa ditempuh denga taxi. Jika sahabat ingin mengambil tempat miqat di Masjid Tan’im makan cukup mengeluarkan kocek atau ongkos 30-40 SAR PP.

kalau ingin mengambil tempat miqat di Masjid Ji’ronah atau Masjid Hudaybiyah tentu ongkosnya akan lebih mahal sedikiit. 

3. I’tikaf & Membaca Al Quran

Kegiatan positif lainnya ketika sedang luang adalah melakukan I’tikaf di Masjid dan tadarus al Quran. Sahabat bisa mengahabiskan waktu luang ketika umrah dengan cara itikaf dan tadarus al Quran atau juga memperbanyak sholat sunnah dan tawaf sunnah.

Kegiatan ibadah yang utama setelah sholat fardu adalah tawaf sunnah, jadi sahabat bisa melaksanakan tawaf sunnah setiap kali selesai melaksanakan sholat fardu.

4. Mengikuti Kajian/Halaqah di Masjidil Haram

Pihak Masjidil Haram memberikan ruang kepada jamaah yang ingin mengikuti kajian keislaman. Ada materi ulumul quran, hadits dan sejarah Islam. Para pengajarnya tentu sudah diselekasi oleh otoritas Masjidil Haram mereka mumpuni dalam keilmuannya. Jika ingin melihat kondisi kajian di Madinah bisa lihat disini
Jamaah sedang mendengarkan Tausyiah dari Muthawif/Ustadz

5. Berkunjung ke Perpustakaan

Di Masjidil Haram terdapat perpustakaan yang cukup besar. Sahabat semua bisa mencoba mengunjunginya untuk melihat kondisi perpustakaan tersebut dan juga melihat koleksi kitab atau buku-buku yang ada di dalam perpustakaan tersebut. Atau bisa juga menjadi inspirasi untuk menambah koleksi di perpustakaan yang kita miliki di Indonesia.

Demikian 5 tips dari saya untuk memaksimlkan waktu luang saat umrah. Tentu masih banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan saat waktu luang ketika umrah. Semoga bermanfaat. Kritik dan saran bisa ke muksithaetami@gmail.com 

Wa’alaikumsalam Wr. Wb

Muksit Haetami
Muthawivator