Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bisnis Sambil Ibadah? Coba Aja Buka Travel Umroh

Tidak bisa dipungkiri, bahwa lamanya waktu atau antrean menunggu ibadah haji membuat calon jama’ah haji mempertimbangkan kembali untuk melaksanakan umrah terlebih dahulu. untuk daftar tunggu haji sobat bisa baca disini


Hal itu dikarenakan proses melaksanakan ibadah umrah tidak selama proses ibadah haji dalam menunggu waktunya dengan kata lain ibadah umrah bisa dilaksanakan kapan saja kecuali diwaktu-waktu yang memang telah ditentukan tidak boleh seperti pada saat mendekati musim haji antara bulan syawal sampai dengan bulan haji selesai.

Melihat kenyataan diatas, peran penyelenggara umrah tentu akan sangat diuntungkan karena akan banyak calon jamaah haji memutuskan untuk melaksanakan ibadah umrah terlebih dahulu meskipun masih banyak yang tetap lebih memilih menunggu ibadah haji tanpa umrah dahulu. Itu soal prinsip masing-masing jamaah dan kesiapannya. Penjelasan tentang umrah atau haji bisa baca disini

Jumlah penduduk Muslim di Indonesia merupakan terbesar ke-3 di dunia artinya prospek jamaah umrahnya lebih banyak dibandingkan dengan negara-negara Islam lainnya. Dengan jumlah yang sangat besar tersebut maka hal itu merupakan peluang besar bagi para pelaku bisnis travel umrah & haji di Indonesia.

Meski sudah sekitar ribuan travel umrah dan haji yang tersebar diseluruh pelosok Indonesia namun jumlah itu tidak sebanding dengan banyaknya jumlah penduduk Muslim sendiri.

Di satu sisi, banyak keuntungan yang akan didapatkan dari bisnis travel ini namun disisi lain, banyak resiko yang dihadapi. Tidak hanya bisnis travel, saya kira hampir semua bisnis pasti memiliki resiko dan besar kecilnya sebuah resiko itu tergantung dari besar dan kecilnya sebuah bisnis.

Resiko dalam berbisnis khususnya dalam berbisnis travel umrah haji tentu bisa diminimalisir dengan strategi-strategi yang ampuh. Misalnya pihak manajemen harus hati-hati dalam menentukan partner bisnis karena akan sangat berpengaruh pada keberlangsungan bisnis tersebut. 

Terlepas dari resiko bisnis, justeru banyak sekali keuntungan-keuntungan dalam menjalankan bisnis travel ini. Salah satunya adalah terdapat rasa kepuasan yang sangat dalam karena bisnis ini tidak hanya melulu soal dunia akan tetapi ada sisi akhiratnya.

Oleh karena itu para pelaku bisnis travel tidak terlalu berorientasi kepada profit atau keuntungan semata, namun bagaimana agar jama’ah mendapatkan pelayanan terbaik, nyaman, dan aman sehingga betul-betul merasa khusuk dalam melaksanakan ibadah. 

Dalam memulai bisnis ini hal yang perlu ditanamkan secara benar dan kuat adalah niat. Niat ini sangat penting bukan hanya dalam urusan bisnis tetapi dalam segala sesuatu, niat ini menjadi pondasi. Jika niat sudah benar, maka kedepannya insya Allah akan lancar dan sesuai keinginan,

akan tetapi jika niat dari awalnya sudah tidak sesuai atau katakanlah niat sejak awal hanya ingin mendapatkan keuntungan semata, maka kedepan, yang akan dikejar adalah keuntungan. Oleh karena itu peletakan niat didalam hati sebagai pondasi yang kuat sangatlah penting. 

Semua bisnis pasti tujuannya adalah mendapatkan hasil atau keuntungan. Bukan bisnis namanya jika tidak mendapatkan laba atau keuntungan. Tetapi karena bisnis travel umrah ini erat kaitannya dengan urusan akhirat, maka sebisa mungkin hindari mengambil untung terlalu banyak apalagi misalnya yang akan berangkat umrah adalah mereka yang hanya memiliki ongkos pas-pasan, mereka hanya memiliki modal keinginan kuat dan disertai usaha menabung dari waktu yang lama, maka untuk orang seperti ini diusahakan tidak menarik keuntungan terlalu banyak.

Bagaimana? Tertarik berbisnis travel haji dan umrah? Jika sobat semua merasa tertarik, silahkan seriusi dan mulai mempelajari seluk beluknya dari A sampai Z.

Berapa Kira-Kira Modal yang dibutuhkan?

Jujur ini adalah pengalaman pribadi ketika memulai membuat travel haji umroh. Saat itu saya langsung berkomunikasi dengan pihak notaris untuk mengurus legalitas usaha dari mulai akta pendirian usaha, SK kemenkumham, Tanda daftar usaha pariwisata (TDUP), domisili usaha dll. Untuk mengurus dokumen-dokumen diatas saya menghabiskan dana sekitar 30 jt an. Belum termasuk gaji awal karyawan dan peralatan kantor.

Apa yang Harus di Siapkan?

Kantor yang Layak



Jika sobat ingin serius memulai bisnis umroh, maka coba untuk mulai mencari kantor yang strategis. Tidak usah besar yang penting perizinannya lengkap artinya bukan kantor fiktif. Sobat bisa sewa tahunan atau bulanan tergantung negosiasi antara sobat dengan pemilik kantor. Syukur-syukur jika kantornya sudah milik pribadi jadi tidak perlu sewa.

Gaji Karyawan



Tim yang kuat dan solid akan sangat membantu perkembangan usaha kita. Oleh karena itu jangan sungkan untuk merekrut tim yang tangguh, profesional, dan berpengalaman dibidangnya. Satu lagi, yang terpenting juga harus jujur.

SOP Perusahaan


Sejak usaha berlaku, maka kegiatan yang ada di kantor harus bnar-benar terarah dan teratur untuk memastikan goal tercapai. Bikin target kemudian diskusikan dengan tim bagaimana mencapainya.

Promosi


Setelah perizinan usaha keluar, kantor sudah siap, cadangan untuk gaji karyawan sudah disiapkan, kemudian SOP perusahaan sudah dibuat, kini saatnya sobat mulai promosi. Promosi bisa dilakukan secara online ataupun offline.

Untuk promosi online, sobat bisa memaksimalkan website, media sosial dan lainnya. Sementara dari sisi promosi offline, sobat bisa melakukan banyak hal diantaranya menyambung silaturahim dengan berbagai ormas Islam, para Ustadz pimpinan majelis ta’lim dan majelis dzikir, ibu-ibu majelis ta’lim, yayasan atau lembaga pendidikan, kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH), dan masih banyak lainnya.

Baca juga:
  • Buat Paspor dulu sebelum umrah. penjelasannya klik disini
  • Yang akan berangkat umroh, perhatikan persiapannya disini
  • Pelajari manasiknya disini