Manasik Umrah/Umroh Lengkap

Cerita Makkah

Jama'ah Umroh PT. Global Amanah Barokah
Dalam dinamika sejarah, ka’bah adalah pusat ibadah seluruh umat Islam dunia. Ka’bah mulai tercatat dalam tinta pembangunan kembali pada era nabi Ibrahim as. Sebelumnya, ka’bah runtuh saat terjadi banjir bandang pada era nabi Nuh as. Yang tersisa hanya gundukan tanah kemerahan di tengah lembah Makkah. Lembah gersang yang hanya ditumbuhi rerumputan berduri dan akasia itu menjadi sejarah dunia umat manusia. Ketika nabi Ibrahim dan istrinya Hajar serta putranya Ismail diperintahkan untuk hijrah dari Kan’an menuju lembah gersang itu, kondisi geografis tidak mendukung untuk bertempat tinggal disana. Namun atas perintah Allah, Hajar dan Ismail yang masih bayi menetap di kesunyian lembah gersang itu

Baca Juga : CARA MEMBUAT PASPOR ONLINE UMROH 2019

Siti Hajar menghabiskan hari-hari dalam kesunyian dan kegelapan malam yang menajamkan duka dan kepedihan hatinya. Berbagai rasa yang terus bergejolak dalam jiwanya membuatnya harus tetap bertahan menjaga bayinya. Hingga suatu ketika suara tangisan keras bayinya terdengar, rasa lapar dan dahaga menyelimuti bayinya. Hajar segera mencarikan air untuk bayinya. Ia berlari menuju bukit Shafa ke bukit Marwa disertai harapan dan doa agar ditemukan air. Namun tak ada sesuatu apapun yang ditemukannya.

Sebuah keajaibanpun datang. Ia terkejut melihat bayinya Ismail as. Menghentakkan kakinya dan memancarkan air yang penuh keberkahan dan kebaikan itu, hingga kini selama ribuan tahun, keberkahan air itu terus mengalir tidak pernah habis, air tersebut menjadi salah satu pesona bagi para jamaah haji yang dikenal dengan air zam-zam. Keberkahan air zam-zam membawa lembah yang tadinya sunyi gersang itu kini mulai dipadati berbagai aktivitas manusia.

Kisah selanjutnya, Ibrahim pun datang menemui Hajar dan Ismail dengan penuh rasa kerinduan. Perintah Allah pun kembali mengilhami lewat mimpi Ibrahim untuk menyembelih anaknya. Berkat ketundukan dan kepatuhan yang telah Ibrahim tunjukan, Allah kemudian menurunkan tebusan berupa seekor domba besar yang turun dari puncak bukti.
Ditengah lembah Makkah terdapat gundukan tanah kemerahan yang berdekatan dengan mata air zam-zam. Dengan kekuasaanNya, Allah memerintahkan Ibrahim dan Ismail untuk membangun rumah-Nya. Konon sebentuk awan putih persegi berdiam tepat diatas lokasi sehingga nabi Ibrahim dapat membuat pola bangunan ka’bah berdasarkan bentuk dan bayangan awan tersebut.

Baca juga : RAHASIA LUNAS HUTANG 10 MILYAR

Dengan dibantu Ismail, pasangan bapak-anak itu mulai mendirikan ka’bah dengan bentuk persegi. Bahan pembangunan ka’bah didatangkan dari lima gunung, yakni gunung Thursina (gunung Sinai), Thuriza, Libnan, Judi, dan gunung Nur. Proses akhir pembangunan ka’bah yakni peletakan batu yang disebut hajar aswad di pojok tenggara ka’bah. Setelah pendirian ka’bah selesai, kemudian Allah memerintahkan seluruh manusia untuk mendatangi rumah-Nya. Hingga peristiwa tersebut dilaksanakan proses haji.

Gua Hira di Jabal Nur

@muksithaetami
Sebelah utara Masjidil Haram kira-kira 6 km terdapat sebuah gunung yang disebut jabal Nur. Untuk mendaki keatas diperlukan waktu sekitar satu jam, disana terdapat sebuah gua yang cukup untuk duduk kurang lebih empat orang, tinggi didalamnya setinggi orang berdiri. Gua tersebut dikenal dengan nama gua hira. Jabal Nur dan gua hira ini sangat penting dalam sejarah Islam, karena di gua hira inilah tempat nabi Muhammad Saw. Menerima wahyu pertama, yaitu surat al ‘alaq ayat 1-5.

Gua Tsur di Jabal Tsur

Jama'ah Umroh GAB di jabal Tsur
Di sebelah selatan Masjidil haram sejauh kurang lebih enam km terdapat jabal Tsur. Jabal Tsur ini mempunyai nilai yang sangat penting dalam sejarah Islam. Rasulullah Saw. Bersama-sama dengan Abu Bakar Assidiq pernah menyembunyikan dirinya di gunung tersebut waktu hendak hijrah ke Madinah. Menurut riwayat, setelah Rasulullah Saw selamat dari kepungan orang kafir qurays di rumahnya, maka beliau dengan diam-diam menyinggahi sahabat Abu Bakar Assidiq. Dari rumah Abu Bakar beliau bersama-sama dengan Abu Bakar lebih dahulu berlindung menyembunyikan dirinya di jabal tsur selama tiga hari kemudian menuju ke Madinah.

Sebagian orang-orang kafir qurays waktu mengejar Rasulullah Saw. Yang telah mencapai Gua Tsur, mereka mendapatkan gua tersebuat tertutup dengan sarang laba-laba, dan nampak burung merpati yang sedang bertelur di sarangnya. Dengan melihat keadaan yang demikian itu, mereka berkesimpulan bahwa nabi Muhammad Saw. Tidak mungkin bersembunyi di gua tersebut. Sewaktu orang-orang qurays dimuka gua, bukan main cemas hati Abu Bakar As Siddiq. Jika ingin masuk kedalam gua tersebut harus merangkak dan setelah masuk hanya cukup untuk duduk saja. Untuk mencapai gua tsur ini memerlukan perjalanan mendaki sekitar satu setengah jam.

Jabal Rahmah


Ditenga-tengah padang Arafah terlihat sebuah bukit yang atasnya terdapat tugu, bukit tersebut sekarang ini lebih dikenal dengan nama Jabal Rahmah. Menurut riwayat sewaktu nabi Adam as. Dan Siti Hawa turun dari surga, keduanya terpisah dalam kurun waktu yang cukup lama. Selama itu mereka saling mencari, dan akhirnya bertemu di padang Arafah.
Masjid Jin

Masjid jin terletak didekat Ma’la. Dinamakan Masjid Jin, karena ada sekelompok Jin sepakat berbaiat mengikuti baginda nabi Muhammad Saw. Adalah utusan Allah swt. Masjid jin ini ada kaitannya dengan riwayat tentang jin yang dijelaskan dalam firman Allah swt surat al ahqaf ayat 29-32.

Definisi Umroh

Secara makna bahasa, kata ‘umrah (عمرة ) berarti az-ziyarah, yaitu berkunjung atau mendatangi suatu tempat atau seseorang. Sedang menurut istilah
الطواف بالبيت و السعي بين الصفا  والمروة بإحرام) 
Tawaf di sekeliling Baitullah dan sa’I antara Shafa dan Marwah dengan berihram 

Manfaat Umroh

Umrah yang satu dengan umrah lainnya itu akan menghapuskan dosa diantara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya Melainkan Surga (HR. Bukhori no.1773 dan Muslim no.1349)
1. Menghilangkan Fakir dan Menghapus Dosa (HR. Tirmidzi)
2. Allah akan mengganti semua biaya yang dikeluarkan untuk umrah (HR. Baihaqi)
3. Menjadi tamu Allah, do’anya dikabulkan, dosanya diampuni(HR. Ibnu Majah)

Syarat Umroh

1. Islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Merdeka
5. Mampu

Rukun Umroh

1. Berniat di miqot
2. Tawaf
3. Sa’i
4. Tahallul
5. Tartib

Wajib umroh

Wajib Umrah adalah hal-hal yang mesti dilaksanakan oleh jamaah umrah, apabila ditinggalkan, maka ibadah umrah tersebut masih sah tetapi dikenakan  Dam. Pengabaian terhadap perkara-perkara Wajib Umrah dengan sengaja adalah berdosa dan dikenakan Dam. Jika ditinggalkan dalam keadaan tidak sengaja, hukumnya tidak berdosa tetapi masih dikenakan Dam. Berikut adalah hal-hal Wajib Umrah:
1. Berniat umrah di Miqat yang ditetapkan ataupun sebelumnya.
2. Menjaga larangan ihram.

Ihram dan Hal-Hal yang Dilakukan Sebelumnya

Disunnahkan mandi besar
Membersihkan badan, memotong kuku, menipiskan kumis, mencukur bulu ketiak, dan bulu lainnya
Memakai wewangian baik dibadan maupun di pakaian
Beberapa tempat Miqot (gambar)
Berihram dan Niat Umroh
Sholat sunnah dua raka’at
Membaca istigfar
Membaca dua kalimat syahadat
Membaca sholawat
Membaca niat sbb:
نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَاَحْرَمْتُ بِهَا ِللهِ تَعَالَى
“sengaja aku berniat umrah dengan berihram karena Allah ta’ala”
Lalu Bertalbiah
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
“Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu”

Hal-Hal yang Dilarang Saat Ihram

1. Dilarang mencukur rambut
2. Dilarang mengerat kuku dan memotong bulu badan
3. Dilarang berburu binatang buruan darat atau membantu berburu
4. Dilarang meminang, menikah dan menikahkan
5. Dilarang bercumbu atau bersetubuh
6. Dilarang memakai wewangian dipakaian atau dibadan
7. Pria dilarang memakai pakaian baju, celana, kaos kaki, sarung tangan, dan menggunakan penutup kepala seperti peci sorban atau topi.

Hal-Hal yang Dibolehkan Saat Ihram

1. Dibolehkan membunuh binatang yang menyakiti
2. Dibolehkan menggaruk kepala dan badan
3. Dibolehkan memotong rambut sesuai kebutuhan untuk berbekam atau pengobatan
4. Dibolehkan mandi, membasahi dan menggosok-gosok kepala
5. Dibolehkan memakai jam tangan
6. Dibolehkan menggunakan payung
7. Dibolehkan memakai cincin
8. Dibolehkan memakai sandal walaupun dijahit
9. Dibolehkan membawa barang di  atas kepala

Tawaf

Tawaf merupakan kegiatan mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dengan posisi ka’bah selalu disebelah kiri disertai dengan do’a, dimulai dan diakhiri pada Hajar Aswad atau sejajar dengan lampu hijau

Sa’i

Berjalan antara bukit shafa dan marwah sebanyak 7 kali dimulai dari bukit Safa dan berakhir di bukit Marwah.
“ Pahalanya sama dengan memerdekakan 70 budak”
( HR. Thabrani )

Tahallul

Tahallul artinya ‘menjadi boleh’ atau ‘dihalalkan’. Dengan demikian jika tahallul telah dilaksanakan oleh orang yang sedang ihram Haji / ‘Umrah maka dia menjadi terbebas dari segala larangan ihramnya.

Tempat-Tempat yang Mustajabah


Keutamaan Sholat di Masjidil Haram

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ
Artinya; 
Shalat di Masjidil Haram lebih baik daripada 100.000 Shalat di luar Masjidil Haram

Keutamaan Mencium Hajar Aswad

Hadis Siti Aisyah RA mengatakan bahawa Rasul SAW bersabda:
“Nikmatilah (peganglah) Hajar Aswad ini sebelum diangkat (dari bumi). Ia berasal dari syurga dan setiap sesuatu yang keluar dari syurga akan kembali ke syurga sebelum kiamat”.

Mencium hajar aswad pada saat menunaikan Haji dan Umroh Di Baitullah tidak dapat diwakilkan, tanpa kita sadari ia akan menjadi penyedot dosa kita, alangkah beruntungnya orang yang mampuh menyentuh, mengusap dan memegangnya

Amalan-Amalan Utama di Masjidil Haram



Muksit Haetami
Muthawif/Pembimbing Umroh





Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan link

Iklan Tengah Artikel 1 baru

Iklan Tengah Artikel 2 baru

Iklan Bawah Artikel