Perbedaan Umroh dan Haji

Perbedaan umroh dan haji dapat dilihat dari beberapa aspek. misalnya syarat, wajib, dan rukun. selain itu perbedaan keduanya juga dapat ditinjau dari proses pelaksanaan dan kaifiyatnya.

Jama'ah umroh sedang menunggu waktu sholat
Berbicara masalah perbedaan umroh dan haji tentu kita akan menemukan beberapa hal yang memiliki kesamaan. misal, dalam bab umroh terdapat niat ihram, ini juga ditemukan dalam proses ibadah haji.

Urain dalam tulisan kali ini akan sarat dengan pengalaman. mengingat penulis bekerja sebagai seorang tour leader atau tour guide di travel umroh.


Oleh karena itu semua pembahasan dalam tulisan ini lebih banyak berdasar pada apa yang telah dialami oleh penulis. Meski tetap mengacu kepada referensi atau rujukan yang tepat dan sesuai syara’.

Perbedaan yang paling mendasar dari umroh dan haji adalah terletak pada masa mengerjakannya. Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima. Umat atau pemeluk agama Islam wajib melaksanakan rukun ini dengan catatan sudah mampu.


Ibadah haji dilakukan hanya setahun sekali yaitu pada saat bulan dzulhijjah tepatnya dimulai pada tanggal 8 dzulhijjah atau lebih dikenal dengan hari tarwiyah sampai tanggal 12 dzulhijjah (bagi jama’ah haji yang mengambil nafar awal) dan sampai tanggal 13 dzulhijjah 9 bagi jama’ah haji yang mengambil nafar tsani).

Perbedaan umroh dan haji juga bisa dilihat dari rukunnya. Jika rukun haji ada 6 dimana meliputi niat ihram, tawaf, sa’i, wukuf di arafah, tahallul, dan tertib.

Sementara rukun umroh ada lima, yaitu niat ihram, tawaf, sa’i, tahallul, dan tertib. Baik rukun haji maupun umroh, sama-sama wajib dilaksanakan dengan tertib. Apabila salah satunya ditinggalkan, maka ibadah haji/umrohnya tidak sah.

Selain berbeda dalam rukun, umroh dan haji juga berbeda dalam wajibnya. Misal kalau wajib haji ada enam, pertama adalah mabit di muzdalifah, kedua melempar jumrah tujuh kali, ketiga melempar jumarah pada hari tasyriq, keempat mabit pada malam tasyriq, kelima ihram dari miqat, dan yang keeman adalah tawaf wada.

Sementara rukun umroh itu ada dua saja. pertama adalah niat di miqat yang telah ditentukan. Kedua, menjaga larangan ihram dari mulai niat ihram sejak dari miqat sampai selesai tahallul.

Prosesi umroh memang lebih simpel jika dibandingkan dengan haji. Ibadah haji jauh lebih membutuhkan tenaga atau fisik yang prima. Apalagi jika kondisi cuaca di negara Saudi Arabia yang sangat panas.

Perbedaan umroh dan haji lainnya terdapat pada ongkosnya. Untuk ongkos haji reguler, pemerintah negara kesatuan republik Indonesia telah menetapkan besaran ongkos naik haji adalah Rp 35,000,000 (tiga puluh lima juta rupiah).

Durasi haji reguler ini adalah 40 hari. dimana terbagi kedalam dua kloter. Biasanya kloter pertama akan terbang dari bandara Internasional Soekarno Hatta menuju Kota Madinah dan disana akan melaksanakan arba’in (sholat 40 waktu secara berjama’ah di Masjid Nabawi Kota Madinah).

Setelah melakukan arba’in, maka calon jama’ah haji akan bertolak menuju Kota suci Makkah al mukarramah.


Sementara untuk kloter kedua, mereka para calon jama’ah haji akan berangkat dari bandara Internasional Soekarno Hatta menuju terminal king Abdul Aziz Jeddah kemudian dilanjut ke Kota Makkah.

Untuk kloter kedua, mereka tetap melaksanakan arba’in setelah selesai proses ibadah haji. Jadi bagi kloter kedua, mereka akan kembali ke tanah air setelah kloter pertama.

Untuk ongkos umroh, ini relatif berbeda. Tergantung paket yang diambil. Biasanya terbagi kedalam beberapa kategori. Ada paket umroh bintang 3, Bintang 4, dan bintang 5. Dan masih banyak lagi paket-paket umroh lainnya.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan link

Iklan Tengah Artikel 1 baru

Iklan Tengah Artikel 2 baru

Iklan Bawah Artikel