Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Khutbah Jumat: Tentang Ujian Hidup

Setiap manusia yang hidup didunia ini, baik kaya, miskin, tua, muda, pejabat, rakyat tidak akan lepas dari ujian hidup. Semua tak aka lepas dari ujian hidup. Apapun yang dilakukan, misalnya mengurung diri, pegi ke suatu tempat yang asing dan menyendiri, semua tidak adakn mampu menahan dari ujian hidup.


Selama nafas masih berhembus, nyawa masih ada, dan masih mengalami kehidupan didunnia yang fana ini, tantu masalah ujan hidup tidak akan lepas dari diri manusia. Barangkali hanya kematian satu-satunya jalan bagi manusia agar tidak lagi mendapat ujian hidup. Namun, setelah mati, akan ada fase selanjutnya yang lebih menentukan manusia. Apakah selamat di akhirat atau tidak?.


Mengapa manusia tidak akan lepas dari ujian selama hidupnya? Jawaban dari pertanyaan ini terulis sudah sejak lama didalam ayat suci al quran.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Dan sungguh akan kami berikan cobaan padamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.


Dan kami akan benar-benar menguji alian dngan sedikit rasa takut, kelaparan dan kekkurangan harta karena kesulitan dalam mendapatkannya atau hilang sama sekali. Ini adlah ujian hidup yang Allah berikan kepada hambaNya.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin embuat sebah resume tentang materi khutbah yang membahas ujian hidup.

Ujia hidup itu banyak macemnya. Bahkan bisa jadi semua yang menempel dibadan dan jiwa manusia merupakan ujian dari Allah Swt.


Yang namanya ujian adalah bertujuan agar manusia sebagai objek yang diuji memiliki kesabaran dan mampu melewati ujian hidup tersebut meskipun kadar ujiannya berat.

Bahkan didalam ayat tersebut diatas, Alah Swt akan memberikan kabar gembira bagi hambaNya yang setelah diuji bertubi-tubi dengan sebuah kabargembira. Apa itu kabar gembira? Wallahu ‘alam. Entah itu sebuah kenikmatan atau anugerah lain dari Allah Swt, ataukah sebuah kenikmatan surga yang kelak akan Allah berikan.

Selain ujian hidup berupa kekurangan makanan, ketidaktenangan dalam hidup, kekuangan buah-buahan, ada juga ujian hidup seperti kefaqiran, kekayaan, kegantengan, dan sakit.

Ujian hidup yang diberikan oleh Allah Swt kepada hambanya baik berupa kekayaan, kefaqiran, kegantengan, dan sakit yang berkepanjangan jangan sampai menjadi penghalang terhadap bakti kepada Allah.

Kelak Allah Swt akan memanggil empat golongan orang yang diuji dengan ujian hidup berupa kekayaan, kemiskinan, kegantengan, dan rasa sakit yang berkepanjangan.

Allah Swt akan bertanya kepada orang yang dititipkan kelebihan harta bennda. Kira-kira seperti ini pertanyaannya. “darimana engkau menndapatkan harta, dan kemana harga itu engkau belanjakan?”.

Orang kaya, itu sesungguhnya ujian. Harta mereka merupakan batu penghalang untuk masuk surganya Allah Swt. Karena harta ikan diperhitungkan kelak dihadapan Allah SWT.

Golongan pertama yang akan ditanya oleh Allah Swt adalah orang kaya. Mengapa karena kekayaanmu, engkau lalai dan lupa beribadah kepadaku? (pertanyaan Allah kelak). Lalu Allah Swt memanggil nabi Sulaiman as. Dan Dia memberikan contoh bahwa nabi Sulaiman, meski kaya raya ia tetap menyembah Allah Swt.


Golongan kedua yang akan dipanggil dan ditanya oleh Allah Swt adalah mereka yang miskin. Allah swt akan bertanya kepada mereka, mengapa engkau tidak menyembahKu, engkau lalai kepadaku apakah karena ujian hidup berupa kemiskinan?.


Lalu Allah Swt memberikan contoh dan memanggil nabi Isa as. Belia adalah nabi yang menurut beberapa riwayat tidak memiliki anak.

Golongan ketiga, Allah akan memanggil dan bertanya kepada mereka yang memiliki paras ganteng dan cantik. Karena keduanya adalah ujian dari Allah Swt. Mereka yang ganteng dan cantik kemudian tidak ibadah kepada Allah Swt, akan dipertanyakan. Allah Swt memanggil nabi yusuf as. Beliau merupakan nabi yang ganteng tetap beribadah kepada Allah Swt.


Golongan terakhir Allah Swt akan memanggil mereka yang sakit yang kemudian tidak menyembah Allah SWT padahal ada nabi yang selama hidupnya diuji dengan ujian hidup sangat berat, yaitu sakit. Tetapi beliau nabi Ayub as tetap bertauhid, mengesakan Allah dan beribadah kepada Allah Swt. Padahal jika ujian hidupnya dibandingkan dengan manusia sekarang, tentu tidak ada bandingannya.


Semoga kita bisa tetap sabar dan terus istiqomah ditengah ujian hidup seberat apapun karena Allah Swt senang dengan hambaNya yang bersabar.

Konsultasi Umroh? klik disini