Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Darimana Bisnis Online Dimulai?


Tulisan tentang bisnis online ini adalah real atau nyata berdasarkan pengalaman saya bersama istri. Bukan tulisan fiktif atau mengada-ada. Dan semua yang ditulis berdasarkan pengalaman. Sebelumnya, mungkin kawan-kawan sudah tidak asing lagi mendengar istilah bisnis online. Terlebih dimasa pandemi ini, banyak sekali orang yang membahas tentang perniagaan secara online.

Baca juga: Etika Bisnis Dalam Islam

Sebelum lebih jauh, kita mesti tahu dulu apa sih bisnis online itu?. Pertanyaan ini harus dicari jawabannya agar mendapat pemahaman yang pas. Menurut hemat saya, bisnis online adalah kegiatan bisnis atau usaha atau dagang atau jualan yang dikerjakan secara online. Dikerjakan secara online maksudnya dari sisi pemasaran.

Oke, tanpa berlama-lama saya akan menceritakan bagaimana mendapatkan penghasilan dari bisnis online ini. Rasanya sudah pasti senang banget apalagi saat-saat seperti ini yang serba sulit dikarenakan pandemi.

Tapi meski keadaan sulit, kita tetap harus berusaha dan semangat menjalani kehidupan ini. Karena yakin setiap masalah pasti ada solusinya sebagaimana dalam al quran Allah Swt berfirman yang artinya “siapa orang yang bertaqwa kepada Allah, maka ia akan diberikan jalan keluar dari segala permasalahan”.

Lalu bagaimana saya dan istri memulai bisnis online dan menghasilkan jutaan rupiah dari bisnis online?

Niat yang kuat

Untuk terjun di dunia bisnis online, hal pertama yang harus dilakukan adalah menata niat dengan baik. Bahwa semata-mata apa yang dikerjakan untuk membuat keluarga bahagia dan sejahtera. Menata niat ini penting karena akan mempengaruhi semuanya kedepan.

Action

Setelah menata niat dengan baik dan kuat, selanjutnya tiada pilihan lain kecuali action atau mulai. Teman saya sering bilang learning by doing. Mulai aja dulu urusan hasil dan kesempurnaan bisa sambil berjalan.

Luaskan Jaringan

ini sangat penting. Seperti yang kami alami, bahwa bisnis onlie yang sedang kami jalankan ini muncul atau lahir karena jaringan pertemanan yang baik. Teman-teman bisa cek bisnis online yang sedang kami jalankan di website www.fumacollection.com atau instagram @fuma_collection.

Dari sahabat atau teman itulah awal mula bisnis online berjalan. Lalu kami terus belajar pemasaran baik secara organik ataupun berbayar. Oiya toko kami juga tersedia di marketplace shopee dan tokopedia (silahkan di cek fumma collection).

Terus Belajar

Setelah mendapat kesempatan dan dipercaya untuk bergabung di usaha online yaitu menjual jaket sepeda dan vest (rompi sepeda) untuk wanita, saya bersama istri terus belajar. Baik melalui buku, internet, komunitas, dan lain-lain.

Mentor saya pernah bilang, usahakan untuk terus berinvestasi leher keatas. Awalnya saya belum faham apa maksudnya investasi leher keatas. Setelah dijelaskan, ternyata investasi leher keatas itu adalah membeli buku, atau ikut seminar, atau ikut workshop yang bermanfaat.

Biasanya saya membeli buku setiap bulan dan mengikuti kelas online yang berhubungan dengan strategi marketing online. Seperti yang saya lakukan saat ini yaitu mengikuti kelas belajar facebook ads dan instagram ads bersama pakarnya, Niko Julius.

Dari hasil belajar itu, kemudian saya praktikkan sedikit demi sedikit. Dan Alhamdulillahmulai kelihatan hasilnya. Meski bagi sebagian orang belum ada apa-apanya, tetapi bagi saya yang pemula, mendapatkan uang dari internet itu sesuatu yang sangat menyenangkan.

Apa aja stelp-stepnya untuk memulai bisnis online:

1.       Cari produk

Jika ada kawan yang memiliki produk dan produk itu banyak dicari orang, maka jangan tunggu lama, segera jualan online. Jika tidak memiliki teman, sobat bisa memanfaatkan media sosial untuk mencari atau survey produk.

Survey produk bisa lewat google, lewat marketplace, facebook, twitter, instagram dll. Semua bisa dimanfaatkan untuk mencari produk yang sedang dicari banyak orang.

Saya lebih sering mencari inspirasi produk itu lewat google. Kenapa memilih google, karena meskin pencari yang satu ini sangat mendominasi diantara pesaing lainnya. Hampir 92 % orang mencari sesuatu melalui google.

2.       Mulai Jualan

Jangan menunggu lama, langsung aja gass. Jualan dan jualan. Kita gak ada istilah libur makan, kecuali memang puasa ya. Hehe. Artinya kalau mau makan ya harus mulai jualan.

Beberapa cara jualan:

-          Lewat Whatsapp

Gunakan whatsapp yang kita punya sebagai mesin uang. Bagaimana caranya? Coba setelah punya produk, sobat sekalian upload status produk tersebut minimal tiga kali sehari. Infokan ke temen-temen sobat bahwa sobat punya produk, dan jangan lupa konsisten. Artinya enggak sesekali saja upload statusnya.

Data base yang ada di whatsapp ini bisa dijadikan sebagai database bisnis online.

-          Lewat facebook

Selain whatsapp, media sosial facebook juga harus kita berdayakan agar bisa menghasilkan uang. Meski peruntukan facebook itu bukan untuk jualan online, akan tetapi bisa kita jadikan sebagai mesin penghasil uang. Hanya saja kita harus lebih hati-hati ketika berjualan di facebook. Pasalnya tidak semua orang suka melihat jualan di beranda facebook.

Caranya adalah coba belajar ilmu copywriting. Ilmu copywriting adalah ilmu untuk menulis kalimat iklan. Kita menulis status biasa di facebook yang bukan jualan secara langsung, tetapi mengandung jualan sesungguhnya. Nah, itu gambaran sedikit tentang ilmu copywriting.

-          Instagram

Akhir-akhir ini instagram cukup ramai. Banyak orng secara drastis menggunakan media sosial ini untuk personal branding, jualan dan kepntingan lainnya. Instagram memang cukup sakti untuk bisa menarik orang agar tertarik dengan barang dagangan kita.

 

Saya pun menggunakan instagram ini untuk jualan. Organik dan berbayar saya lakukan untuk mencari pelanggan atau pembeli baru.

-          Blog

Jualan melalui blog ini memang agak sedikit berbeda jika dibandingkan dengan media sosial lain. Di blog kita menggunakan kekuatan SEO atau seach engine optimazion.

-          Email marketing

Kita bisa jualan produk atau menjalankan bisnis online dengan menggunakan email marketing. Untuk yang satu ini memang langsung menembus ke dalam. Artinya lebih personal. Karena sifatnya email itu personal, maka ketika menggunakan email marketing, tingkat closingnya akan lebih tinggi.

Muksit Haetami