Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dari Masjid Tanah Air ke Masjidil Haram

Dulu, saatenjadi Mahasiswa semester akhir saya memilih untuk tinggal di Masjid. Bukan sekedar tinggal, tetapi mengambil tanggung jawab menjadi seorang Imam sholat fardlu lima waktu. Kadang juga bantu marbot dalam melaksanakan tugas harian, bersih-bersih Masjid.

Alasan tinggal di Masjid karena lebih nyaman dan fleksibel dalam hal waktu. Namanya tinggal di Masjid pasti berbeda dengan tinggal di kantor tempat bekerja. Karena saya juga pernah tinggal di kantor yang menjadi tempat kerja. Siang bekerja, malamnya tetap di kantor untuk istirahat.

Selain alasan diatas, juga karena ingin lebih fokus menyelesaikan tugas akhir Mahasiswa, skripsi.

Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT. Saat tinggal di Masjid itulah justeru terbuka banyak pintu kebaikan dan keberkahan. Termasuk salah satunya adalah awal mulai bertemu dengan pengusaha travel haji dan umroh ya di Masjid. 

Saat itu, selesai sholat fardu. Saya diajak ngobrol oleh salah seorang jamaah yang memiliki travel haji dan umroh. Singkat cerita, ia menanyakan tentang jurusan kuliah. 

Saya jawab. Bahwa saya kuliah di jurusan Bahasa Arab. Ia kemudian langsung bertanya. Bisa bahasa Arab dong?

Saya jawab apa adanya. Bisa sedikit-sedikit Bahasa Arab karena memang kuliah di jurusan Bahasa Arab dan pernah nyantri di pondok pesantren.

Tak lama setelah obrolah itu, akhirnya saya kemudian ditarik menjadi salah seorang Tour Leader Umroh. Tugasnya adalah membawa jamaah umroh ke Tanah Suci.

Tanpa pikir panjang, saya langsung menyanggupi. Padahal sejujurnya belum pernah sekalipun berangkat. Jangankan untuk membimbing, ibadah saja, sebagai jamaah belum pernah. 

Tapi saya sangat yakin bahwa saya bisa menerima dan melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya. 

Sejak saat itu, saya banyak sekali belajar mulai dari membeli buku tentang Tour leader umroh, hingga tata cara ibadah umroh yang baik dan benar. 

Saya rajin juga menonton video di channel youtube tentang umroh, haji, Makkah, Madinah dan sekitarnya. 

Alhamdulillah Allah beri kelancaran. Bisa menemani jamaah beribadah dengan lancar dan tanpa kurang suatu apapun.

Jika ada kemauan disitu pasti ada jalan. Saya yakin akan kata-kata ini. 

Muksit Haetami