Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hiduplah Sesukamu, Tapi Ingat…


Dalam kitab Tanqihul Qoul, karya ulama Nusantara yang berasal dari Banten yaitu Syekh Nawawi Al Bantani Al Jawi, ada sebuah nasihat bagi kita.

عش ماشئت فانك ميت

Hiduplah sesukami, tapi ingat, kamu pasti akan mati. Mati itu sebuah keniscayaan. Dalam ayat suci al quran dijelaskan bahwa semua yang bernyawa pasti akan merasakan mati.

Pertanyaannya adalah, apakah sudah siap mati?

Sudah punya bekal apa?

Sudah siapkan menghadap Allah Swt?

Beberapa pertanyaan diatas seyogyanya menjadi bahan perenungan kita semua. Bahwa ada kehidupan abadi, kekal setelah kehidupan dunia ini yaitu kehidupan akhirat.

Bekal apa yang mesti kita siapkan untuk dibawa ke alam akhirat?

Dalam al quran, Allah Swt telah memberitahu kita bahwa sebaik-baik bekal yang harus dibawa adalah Ketaqwaan.

Watazawwaduu Fa Inna Khaira Zaadit Taqwa.

Berbekalah kalian, maka sesungguhnya bekal yang paling baik adalah Taqwa.

Lalu apa definisi taqwa, sederhananya adalah kita menjalankan semua yang telah diperintahkan oleh Allah, dan menjauhi apa pun yang telah dilarang oleh Allah Swt.

Sebagai contoh, Allah memerintahkan kita untuk sholat, maka kita kerjakan sholat. Allah perintahkan kita zakat, maka kita menunaikan zakat, Allah perintahkan kita puasa di bulan Ramadhan, maka kita lakukan puasa di bulan Ramadhan.

Masih banyak perintah-perintah lain yang memang harus kita lakukan sebagai orang yang bertaqwa kepada-Nya.

Bagaimana jika ingkar/tidak mentaati perintah Allah?

Tentu orang tersebut telah keluar dari golongan orang bertaqwa. Pasti ada konsekwensi yang didapatkan, jika tidak di dunia, maka akan dirasakan di akhirat kelak.

Selalu ingat bahwa semua amalan yang kita lakukan akan ada pertanggungjawabannya dihadapan Allah Swt.

Ciri Orang Bertaqwa

Dalam surat al baqoroh, surat yang terdapat di permulaan al Quran, disebutkan bahwa ada beberapa ciri atau tanda orang bertaqwa.

Pertama, yaitu orang-orang yang percaya atau beriman kepada yang ghaib. Maksudnya adalah, ia percaya adanya surga, neraka, malaikat, akhirat dll yang bersifat ghaib.

Kedua, orang yang senantiasa konsisten mendirikan sholat. Sebagaimana sholat itu merupakan kewajiban bagi seorang Muslim yang telah baligh dan berakal.

Kewajiban sholat lima waktu ini tidak bisa ditinggalkan. Bahkan bagi orang yang sakit parah sekalipun.

Agama memberikan tuntunan jika seorang Muslim tidak bisa melakukan sholat dalam keadaan berdiri, maka sholatlah dalam keadaa duduk.

Jika tidak bisa melakukan sholat dalam keadaan duduk karena sakit dan hal lain, maka sholatlah dalam keadaan berbaring.

Jika masih tidak bisa melaksanakan sholat dalam keadaan berbaring, maka sholatlah dengan isyarat.

Begitulah syariat. Tidak bisa ditawar.

Ketiga, menginfakkan sebahagian hartanya di jalan Allah Swt. Ini yang kadang sulit dilakukan. Terlebih jika seseorang merasa masih miskin dan kekurangan harta benda.

Keempat, ciri/tanda orang bertaqwa adalah mereka yang beriman kepada kitab-kitab yang Allah turunkan, dari al quran dan kitab-kitab sebelumnya seperti Taurat, Injil, dan Zabur.

Kelima, ciri orang bertaqwa adalah yang percaya kepada akhirat.

Semoga kita senantiasa menjadi manusia yang tidak hanya berorientasi pada dunia, tetapi berorientasi pada akhirat dengan tidak melupakan bagiannya di dunia. (MH)