Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Santri Berprestasi, Dapat Hadiah Rumah?

Dunia santri dikenal dengan tradisi ngaji. Lebih jauh, jika mendengar kata santri pasti yang teringat adalah kaum sarungan, kopiah, kitab yang selalu ada di genggamannya. Bahkan tidak sedikit orang yang menilai dunia santri sebagai dunia yang klasik.



Waktu terus berlalu. Dunia pendidikan pun semakin maju. Seiring dengan kemajuan sistem pendidikan itu, maka berdampak pada tradisi yang terjadi di lembaga pendidikan seperti pondok pesantren.

Saat ini, banyak pondok pesantren yang mengkombinasikan pendidikan agama dengan sains/umum. Pada praktiknya, dipagi hari mereka para santri belajar ilmu umum/sekolah. Sementara pada siang hari atau sore harinya mereka belajar ilmu agama atau belajar kitab kuning.

Tidak hanya belajar secara formal, banyak pondok pesantren saat ini yang menyelenggarakan kegiatan extrakurikuler atau kegiatan diluar jam sekolah/mengaji.

Salah satu contoh kegiatan ekstrakurikuler adalah Taekwondo. Jenis olahraga ini berasal dari negeri Gunseng, Korea dan sudah menjadi pengetahuan umum bahwa setiap ada kejuaraan bela diri, pasti ada jenis olahraga Taekwondo ini.

Di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, olahraga ini bahkan sangat digemari oleh para santri. Selain karena gurunya didatangkan langsung dari Korea, olahraga ini juga sangat menarik.

Sudah banyak atlit dari pondok pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman yang menjuarai berbagai kompetisi. Sebut saja Sea Games dan kejuaraan lainnya.

Baru-baru ini, ada salah satu santri yang berhasil meraih juara pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) yang digelar di Papua.

Namanya Abdurrahman Darwin, santri Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman. Selain membuat bangga keluarga, pondok pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, juga menjadi kebanggan warga masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng).

Karena prestasinya itu, Abdurrahman bersama Witan Sulain, atlit sebak bola yang baru-baru ini tampil ciamik di gelaran piala AFF Suzuki 2020, mereka mendapat hadiah berupa rumah dari pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Kedua atlit diatas merupakan contoh baik dan luar biasa bagi semua terutama para santri di tanah air. Bahwa seorang santri tidak hanya bisa mengaji tetapi bisa juga mengharumkan nama bangsa dan negara melalui jalur prestasi lain.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi motivasi untuk kita semua.

 

Muksit Haetami

Santri