Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Akibat Sombong Saat di Tanah Suci


Sebuah kisah dari teras Masjid Al Istiqomah

Kebiasaan jamaah selepas sholat subuh berjamaah, biasa duduk berkumpul sambil saran pagi dan seruput kopi

Disamping minum kopi, kami juga biasanya NGOPI alias ngobrol perkara iman. Begitulah rutinitas jamaah masjid al istiqomah setiap hari.

Berkah dari terus menjaga tradisi baik ini, hampir setiap pagi rejeki datang. Bakan ada dermawan yang setiap pagi secara rutin membagikan nasi uduk kepada kami. Alhamdulillah

Ditengah obrolan, tetiba salah satu jamaah yang sudah haji bercerita tentang pengalamannya selama menunaikan ibadah haji di tanah suci.

Ada banyak kejadian yang beliau alami saat menunaikan haji pada tahun tersebut. Namun kali ini saya akan ceritakan salah satunya saja. Semoga sahabat sekalian bisa mendapat ibrah atau pelajaran dari cerita ini. Aamiin

Cerita ini bermula dari pertemuan pak haji dengan kawannya yang sudah lama bekerja di Arab Saudi.

Singkat cerita. Pak Haji dan kawannya bertemu di suatu tempat yang tidak jauh dari sekitar hotel atau pemondokan haji.

Nah, seperti kebanyakan orang jika bertemu dengan teman dekat pasti akan melepas kangen dan sambil cerita masa-masa lampau.

Tak terasa pertemuan itu telah usai, Pak Haji dan kawannya ini segera kembali ke hotel. Kawan dari Pak Haji ini bertanya “tau enggak jalan pulang ke hotel?” begitu kira-kira tanya kawan Pak Haji kepada Pak Haji.

Dengan spontan Pak Haji menjawab dengan nada yang aga sedikit sombong “Hapal laah, orang tiap hari lewat sini”.

Akhirnya Pak Haji dan kawannya ini naik bis sholawat yang biasa antar jemput jamaah haji. Oiya bis sholawat ini diperuntukkan untuk antar jemput jamaah haji baik dari pemondokan ke Masjidil Haram atau sebaliknya.

Naiklah bis keduanya.

Setelah lama, kok enggak sampai-sampai ke hotel. Pak Haji tersebut bingung dan bertanya ke supir yang kebetulan supirnya orang Indonesia.

Jam saat itu menunjukan tengah malam. Dan setelah supir menjawab, ternyata posisinya ada di sekitar Mina (lokasi yang cukup jauh dari hotel) kurang lebih 6 km.

Ternyata Pak haji ini salah naik bis. Seharusnya naik bis nomer 6, ini malah naik bis nomer 9. Makanya sampai kesasar.

Dalam peristiwa itu, Pak Haji diingatkan oleh kawannya untuk istigfar atau meminta ampun kepada Allah Swt. Barangkali ada kesalahan atau ada setitik kesombongan yang hinggap didalam hati.

Maka benar saja setelah istigfar. Allah berikan jalan keluar. Bertemu dengan supir orang Indonesia dan beliau Pak Haji diantar sampai ke depan hotel.

Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari cerita diatas?

Pertama, jangan pernah berkata sombong meski sedikit. Kedua, jika sudah begitu, maka cepat-cepatlah kembali kepada Allah Swt dengan meminta ampun kepada-Nya.

Maka inysa Allah akan diberikan jalan keluar oleh Allah Swt. Penting sekali bagi para jamaah haji maupun umrah untuk selalu berpikir, berkata, bertindak positif selama berada di tanah suci.

Demikian kisah singkat ini semoga bermnafaat

@muksithaetami